Tidak Ada Orang Yang Sempurna Kecuali Kita Mau Dan Siap Untuk Mengarahkannya

Menjadi Dewasa Tidaklah Enak Begitu Juga Dengan Menjadi Keanak-Anakan

Semua orang pasti ingin memiliki pasangan yang sempurna. Memiliki pasangan yang sesuai dengan kriterianya. Ada beberapa orang ingin memiliki pasangan yang cakep, pintar, putih, tinggi, memiliki background keluarga yang baik, kaya, pekerja keras, dan lain sebagainya. Sedangkan orang seperti itu susah sekali ditemukan. Pun kalau ada, ada ada saja minusnya. Dan kita tidak bisa mendapatkan seseorang yang tidak ada celah sama sekali. Karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Pun kalau ada yang sempurna belum tentu dia akan mau sama kita. Dia juga akan mencari orang yang sempurna juga. 

Tidak Ada Orang Yang Sempurna Kecuali Kita Mau Dan Siap Untuk Mengarahkannya

Jadi kita harus belajar untuk menerima apa yang ada. Idealis boleh, memiliki selera boleh. Tapi kita juga harus berkaca. Lihat juga diri kita. Dengan segala yang ada pada kita. Apa kita pantas menuntut hal lebih dari pasangan? Apa pantas kita menuntut lebih dari pasangan? Misalnya kita saja orangnya malas, susah diarahkan, kita manja, dan menginginkan orang yang sesempurna itu. Rasanya tidak mungkin. Makanya ada orang bilang kalau mau memiliki standar atau keinginan pasangan yang seperti apa, kita juga harus ngaca. Jangan sampai gak tahu diri juga. Harus sadar diri lah istilahnya. 

Toh juga pada akhirnya kita akan mencari yang nyaman. Mana yang pas, mana yang nyaman. Karena kalau semua sudah baik, tapi kitanya tidak nyaman dengan orang itu, rasanya akan percuma juga. Kita tidak akan bisa lega. Kita tidak bisa menjalani hubungan dengan apa adanya. Ada perasaan terbebani. Jadi intinya, kita cari orang yang nyaman, yang bisa menerima kita apa adanya, lainnya kita bisa menyesuaikan. Kita tidak perlu mencari yang sempurna, cukup mendapatkan yang cocok, yang nyaman, yang bisa terima kita apa adanya. Itu sudah lebih dari cukup. 

Dan misalnya kita sudah mendapatkan seseorang dimana rasanya ini dia orangnya. Tapi ada beberapa sifat dia yang rasanya kurang. Atau itu adalah kebiasaan buruknya. Bukan berarti kita harus menyerah. Tapi kita bisa mengarahkannya untuk menjadi lebih baik. Kasih contoh yang baik. Arahkan dia menjadi lebih baik. Sehingga dia akan menjadi lebih baik, dan lebih sempurna lagi.